Header Ads

Menyusuri Bromo lewat Nongko Jajar



Sebenarnya sudah sekian kali KATAM (Komunitas Tadabbur Alam) melihat dan merasakan keindahan Gunung Bromo dan area sekitarnya (Panajakan, Pasir Berbisik, Savana), namun kali ini terasa berbeda. Kenapa bisa begitu? Karena kami ber-eleven (sok inggris, hehehe) alias ber-11 orang menempuhnya naik motor pada akhir bulan Desember tepatnya tanggal 30 malam kami berangkat. Sengaja di hari itu yaitu Ahad, kami memulai petulangan kami yakni untuk menghindari ramainya area wisata Bromo jika kami berangkat pada tanggal 31-nya. Kebetulan pula, rekan-rekan semua juga pada cuti liburan panjang selama 4 hari di tahun 2012 ini, yakni dr tanggal 29 Desember 2012 s/d 1 Januari 2013. 

Berangklah kami ber-11 orang dengan 6 motor, khusus saya, cuman sendirian mengendarai Skywave (2009). Mantap, nyaman dan stabil, adalah pilihan mengapa saya menyukai motor ini meskipun di sisi lain tarikannya agak lemot but that's no problem.... Tepat pukul 22.00 kami mulai menyusuri aspal melewati jalur Krian - Prambon - Mojosari - Japanan.... (Sengaja kami lewat sana, karena untuk menghindari keramaian di Jalur Sidoar - Porong, dan kami memlih jalur Krian - Mojosari dikarenakan tenangnya jalur tersebut pada jam-jam tersebut).

Wow... teman-teman mulai kumat dan gatal jemarinya untuk memelintir gas penuh demi mengejar top speed motor-motornya. Satria, MX, Vixion, Vario, Tiger dan Skywave melesat cepat membelah jalur 1 arah di aspal Mojosari. Yah... Tigernya cuman mentok berani di angka 85 km/jam, terpaksa aku temenin di belakangnya. Padahal teman-teman udah di depan semua, pada gas pol dan menurut taksiranku sekitar 100 km/jam. Lah kalo touring ke Bromo terus larinya "cuman" 85 km/jam gini, kapan sampainya? heheheheh... (maklumlah, teman-teman sini pada speed lover semua tapi tetap safety riding, alias gak ngawur)

Setelah 40 menit dari start tempat kami bermula, yaitu Warnet Flashnet Driyorejo (tempat komunitas KATAM), kami bertemu lagi dengan teman yang sudah menunggu kami 30 menit-an  di daerah Japanan. 2 teman kami boncengan mengendarai Jupe. Lanjut......

Jalur menanjak tapi santai (halah, mana ada menanjak kok santai? xixixi) di tanjakan Pandaan - Lawang perlahan-lahan kami lewati dengan sedikit adegan go and stop alias kebut and santai. Dan memang menjadi kebiasaan dari komunitas KATAM, jika ber-motor selalu salip menyalip. (Lumayanlah, dapat mengusir kantuk malam hari, heheheh)

Tak terasa sudah kita sudah sampai di belokan pertigaan arah ke Nongko Jajar, jika lurus maka arahnya ke Jembatan Lawang sampai Malang, tapi kami ber-13 ambil kiri. Jalur agak menurun, sepi dan mulai jauh dari keramaian. But, gak masalah, toh beramai-ramai juga. Jika ada perompak, kami semua siap menggebrak... hahahaha (tapi kalo perompaknya bawa pistol, yah terpaksa kita bilang "ampun Pak"...) Kenapa jalurnya sepi dan gelap banget? Karena memang jalur itu menuju ke punjak Pananjakan nantinya dan anda bakalan melewati hutan dan jurang-jurang serta jalur yang berkelok. Wah....bener menantang adrenalin nih... ok deh bro... lanjut yah...
Tapi mampir bentar di Alfamart, beli sedikit makanan untuk pengusir lapar...

Sesampai di tengah jalan, eh lah dalah, lah kok rantainya Tiger ini putus. Waduhhh..piye toh iki rekk... yah akhirnya diperbaiki oleh salah seorang teman kami yang serba bisa bertangan 2 hahaha (emang tangannya 4 apa? hehehe) dengan penuh ketelatenan, dia cek and ricek kenapa tuh rantai bisa putus... lalu diakal dan disambung lagi. Klik... alhamdulillah, akhirnya rantai bisa kembali normal setelah tadi terjagul di lubang aspal yang cukup dalam. Tapi ada cerita semprul bin ngawur di sela-sela ketika kami berhenti. Tak beberapa saat, ada sepasang muda mudi mengendarai Jupe Z beraninya melewati jalur Nongko Jajar ini sendirian. Woww.... kalo ini bukan dibilang berani, tapi bunuh diri.... wkwkwkwk, kok ya beraninya ya tuh cowok bawa ceweknya menyusuri jalur ini pada tengah malam cuman mereka berdua. Gak kebayang deh andaikata ada orang merampok sepasang muda mudi atau memperkosa ceweknya, wah bisa berabe tuh urusan... widih... ngeri kan? malam-malam di jalur hutan sendirian tanpa teman..... yah, akhirnya mereka berdua nebeng rombongan kami... hehehe takut juga dia..

Nah, pas mau puncak, ada kasus lagi nih... woi.. lagi-lagi si Tiger, bannya bocor... hahahaha... aduh mimpi apa sih tuh rider sampek 2x tertimpa masalah, pertama rantai yang kedua ban... hadewww, ya udah deh terpaksa dititipin di tambal ban dan akhirnya untuk sampai ke puncak Pananjakan, kita harus oper satu satu. Ok deh, ini dia view Puncak Pananjakan. Foto-foto, makan bakso dan ngobrol2... setelah puas, kami turun ke Pasir Bromo, beli nasi di warung dengan harga "miring" hehehe (soalnya sistem paket atau borongan waktu kami beli) hehehehe....

Perut kenyang, tenaga pulih, mata sudah tidak mengantuk, mulailah kami susuri satu persatu tangga menuju puncak Bromo. Wih..cuapek juga yah, Konon, kalau ingin menghitung, katanya jumlah tangga di tempat ini berubah – ubah jika dihitung. Tapi sebaiknya, nikmati saja perjalanan pendakian ini daripada menghitung dan mengkalkulasikan jumlah anak tangga. Dengan degup jantung yang agak kencang dan langkah berat satu demi satu anak tangga berhasil dilalui. Ada yang memberi strategi untuk setengah berlari karena akan lebih cepat dan tidak terasa tekanan di tulang lutut. Ini berhasil, buktinya rekan saya sudah sampai ke puncak, sementara saya masih tertinggal di belakang dengan napas tersengal-sengal. Perjalanan menuju Puncak Bromo, memang bukanlah perjalanan yang mudah. Apalagi anak tangga dipenuhi debu pasir yang cukup licin, membuat pengunjung harus ekstra hati-hati. Pokoknya sekitar 250 an lah....



No comments